Dalam keseharian
mungkin kita pernah bertanya-tanya apa
itu kehidupan,untuk siapa kita hidup,untuk apa kita hidup,dan akan kemanakah
kita setelah kehidupan ini berakhir.mungkin kita pernah berharap pada seseorang
yang dapat menemani kita di waktu hidup maupun di waktu kita susah dan
senang,akan tetapi itu semua hilang dan sirnah yang tidak sesuai dengan
keinginan kita sendiri ,dan keinginan itu tidak dapat kita kabulkan sesuai
kehendak kita karena yang berhak menenentukan kehendaknya adalah Robb sang
penciptaan alam semesta dan seisinya.dalam hidup mungkin kita memang memerlukan
seorang yang bisa menemani kita.
“janganlah
kalian mencintai orang yang tidak mencintai ALLAH,ALLAH saja di tinggalkan
apalagi kamu.”
(imam
syafe’i)
Contonya
dari kehidupan kita semua ,cinta membuat kita buta sehingga kita lupa segalanya
bahkan kita sampai lupa terhadap Robb(ALLAH) dan sehingga cinta membuat kita
tak beretika dalam agama,kita harus banyak berdoa untuk membuktikan cinta ini
untuk siapa apakah untuk sang pencipta atau terhadap ciptaannya.
Lebih baik kita
mencintai sang pecinta karena Robb adalah sang pencemburu pada hambanya yang
lebih mencintai ciptaan dari pada sang pencipta ,seperti halnya lukisan banyak
ribuan orang bahkan jutaan atau miliaran sehingga mereka melupakan orang yang
menciptakannya ,sungguh rencana ALLAH lebih baik daripada rencana kita jadi
janganlah kita mengeluh terhadap apa yang telah ALLAH uji . Mungkin ujian ALLAH
untuk melatih kita dalam menghargai apa yang telah dia berikan terhadap kita
semua seperti halnya dalam :
“Karena,
sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan.”
(Q.s
al-inshirah : 5)